180 derajat

Siang itu, Selasa 31 Agustus 2010 Mr. Rudi Hilkya guru fisika kami masuk ke kelas seperti biasanya. Kami pun siap untuk menerima pelajaran. Hari itu pelajaran fisika merupakan pelajaran kedua setelah pelajaran Matematika. Selagi menuju meja dan kursi guru, beliau mulai dengan joke-joke segar untuk memulihkan keadaan kami yang sempat tegang dengan pelajaran sebelumnya. Kami pun mulai tertawa dengan lelucon tersebut. Sampai habis pelajaran pun kami tidak berhenti tertawa sampai-sampai mata berair dan perut sakit gara-gara tertawa terus menerus dan tentu saja menimbulkan keributan di kelas sebelah yang mungkin sudah kebal dengan segala macam bunyi dan kebisingan yang ditimbulkan dari kelas kami. Dan siang itu menjadi siang yang terlucu dan sangat menyegarkan bagi kami anak IA 3 alias GAK GAOOL (^_^). Dan tiba-tiba Ditha teman yang duduk disebelahku berkata “kita hari ini ketawa sampai perut sakit, pasti kita besok nangis” itu katanya. Dan aku jawab dengan senyuman, dan aku anggap perkataan Ditha sebagai angin lalu saja. Kami pun melanjutkan pelajaran.

Dan kejadian sesungguhnya terjadi keesokan harinya. Rabu 01 September 2010, ketegangan segera dimulai. Keadaan ini berubah 180º dari kemarin yang kami bisa tertawa terbahak-bahak, dan dalam waktu kurang dari 24 jam keadaan bisa berubah menjadi tegang setengah mati. Ketegangan dimulai saat Mr. Rudi mulai menanyakan perihal daftar tugas, ternyata ada yang tidak membawa dan banyak belum diisi. Kemudian berlanjut ke buku paket. Dan saat itu dipikiranku yang terlintas adalah “ya ! aku kena sekarang ! aku gak bawa buku paket” kenalah kami satu kelas ditanya dan fantastic yang membawa buku paket hanya dua orang. Kemudian berlanjut lagi kefotocopy materi fisika yang beliau berikan kepadaku saat les untuk diberitahukan kepada anak kelasku untuk difotocopy. Dan ternyata materi itu belum difotocopy dan pada saat paginya aku meminta tolong temanku untuk memfotocopykan materi tersebut. Dimulai lah mengumpulkan uang dari anak-anak kelasku dan seperti biasa kami lambat mengumpulkannya. Dan saat mau memfotocopy materi itu, Mr Rudi sudah masuk dalam kelas. Dan jadilah kami tegang setengah mati karena materi itu belum difotocopy dan mereka yang les kemaren juga kena “kenapa kemaren gak sekalian fotocopy ? memangnya kemana kalian ?” haduh..mendengar Mr Rudi bertanya seperti itu saja aku sudah bergidik. Dan seketika aku ingat perkataan teman sebelahku Ditha yang mengatakan kalau hari ini kita akan menangis. Haha. Menangis sih tidak tapi TEGANG, sangat malahan !!

Mmm…kalau mengingat kejadian Rabu itu aku merinding sendiri. Tapi aku menganggap kalau apa yang dikatakan Mr Rudi itu ada benarnya dan kejadian kemarin itu bukan sekedar membuat kami tegang setengah mati tapi juga merupakan semangat bagi kami untuk lebih rajin lagi mengerjakan tugas yang diberikan. Dan mulai kejadian itu aku berfikir untuk lebih memperbaiki diriku sendiri, tidak untuk mata pelajaran fisika saja tapi juga mata pelajaran yang lain. Dan aku berharap anak IA 3 bisa lebih solid dan kompak. Karena bagusnya kelas bukan cuma dari satu orang tapi dari kebersamaan kita. IA 3 FIGHTING !!! I LOVE GAK GAOOL . Mr Rudi – you’re the best teacher🙂